KPR BANK
KPR BTN
KPR Niaga
KPR BCA
KPR BNI
KPR Mandiri
KPR BRI
KPR BII
KPR Standard Chartered
KPR Permata
KPR Panin
KPR Mandiri Syariah
KPR BRI Syariah
KPR BNI Syariah
KPR Muamalat
KPR NISP
KPR ANZ
KPR Mega
KPR Danamon
KPR Bukopin
KPR UOB
KPR HSBC
KPR ICB Bumiputera
KPR BJB (Bank Jabar Banten)
TIPS
Tips Memilih Bank dan Produk KPR
Tips Jika KPR Anda Macet
Tips Memilih Apartemen
Tips Membeli Rumah Seken
Tips Agar KPR Disetujui
Tips Memilih Produk KPR
Tips KPR Rumah Bekas Second
Tips Agar Tak Salah Pilih Developer
INFO
Daftar Suku Bunga KPR Bank 2014
Keuntungan Kebijakan DP Baru
BII Tawarkan Bunga KPR Transparan
KPR Tanpa DP Bank Bukopin dan Bumiputra
Beda KPR Subsidi Skema Lama & Baru
Bantuan Uang Muka KPR Untuk PNS
Tren Properti di 2012 Masuh Terus Tumbuh
KPR Dengan Pola Joint-Income
Beli Rumah Lebih Untung Tunai atau Kredit
UMUM
KPR
Syarat KPR
Strategi Mengambil KPR
Perhitungan KPR Konvensional dan Syariah
Pilih Suku Bunga KPR Fixed atau Floating
Pilih Suku Bunga Efektif Karena Murah Angsurannya
Pilih Suku Bunga Flat Karena Pasti Angsurannya
Cara Over Kredit Rumah KPR
Mengenal Broker Properti
10 Kesalahan Dalam Membeli Rumah
4 Masalah Sering Menimpa Pembeli Rumah
Jangan Tertipu Agen Properti Nakal
Kelebihan Apartemen Sebagai Investasi
Keuntungan & Kerugian Tinggal di Apartemen
HUKUM & PAJAK
Jika Membeli Tanah Girik
Meningkatkan Status HGB Rumah
Cara Balik Nama/Mutasi nama SPPT PBB
Bukti Kepemilikan Apartemen
Jika Sertifikat Tanah Hilang
Perhitungan Pajak Rumah Susun
Aneka Pajak Terkait Jual Bali Properti
Proses Pembuatan Akta Tanah
Perbedaan Hak Milik dan Hak Guna Bangunan

Beli Rumah Lebih Untung Tunai atau Kredit?


Lebih untung mana, membeli properti secara tunai atau kredit? Pada dasarnya, membeli properti secara tunai jauh lebih aman dan menguntungkan ketimbang kredit.

Kalau Anda memiliki idle cash (dana menganggur), rasio keuangan sehat, memiliki dana darurat dan fungsi proteksi, serta punya portfolio investasi di tempat lain, tentu tidak ada salahnya bagi anda membeli properti secara tunai. Karena tren harga properti secara umum masih akan naik sekitar 15% sampai 20% per tahun.

Jika memiliki uang tunai, namun Anda memilih cara mencicil, harus dipastikan sisa dana menganggur Anda diinvestasikan dengan return di atas kenaikan harga properti. Kalau tidak, maka tak ada gunanya Anda mencicil.

Namun, jika ternyata dana tunai tidak mencukupi, Anda boleh menggunakan fasilitas perbankan. Syaratnya, Anda mempunyai dana darurat dan fungsi proteksi dulu. Kemudian, pastikan keputusan mencicil rumah ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan pengeluaran Anda per bulannya.

Selain itu, pikirkan juga kemungkinan terburuk jika pemberi nafkah tidak mempunyai pekerjaan lagi, kira-kira siapa yang akan mencicilnya di kemudian hari. Jika pertimbangan-pertimbangan itu sudah matang, maka pastikan besarnya bunga cicilan. Lalu, bandingkan tingkat bunga dengan bank lainnya.

Data diri
Agar berinvestasi properti melalui kredit bank menguntungkan, maka ambillah jangka waktu kredit paling pendek, maksimal 10 tahun saja. Cara lainnya, lunasi lebih cepat jika Anda memiliki dana lebih.

Untuk mendapatkan kredit properti, pihak bank pasti akan melihat kemampuan membayar dari nasabahnya. Jika Anda seorang pebisnis, maka yang dilihat dari diri pengajuan Anda adalah laporan hasil bisnis dan arus kas tiap bulannya. Untuk laporan keuangan perusahaan bisa triwulan, kuartal, atau tahunan.

Bagi karyawan, bank akan melihat dari slip gaji, status karyawan di perusahaan, dan lama si karyawan telah bekerja di perusahaannya.

Selain itu, bank juga mensyaratkan uang muka yang biasanya 20% dari nilai rumah. Makin besar uang muka semakin baik.

Nah, jika semua semua syarat-syarat di atas telah terpenuhi, maka Anda relatif lebih mudah mendapatkan pinjaman dari bank.

Sumber : tabloidrumah.com